Tiap hari ke kampus ketemu temen-temen yagn udah pada lulus duluan, pasti omongannya mayoritas sama:
"Sumpek Cxx g' ono lowongan" atau
"Kok g' dipanggil panggil yo aku iki??" (ikut party line aja Mass, biar banyak yang manggil!!)
"Waduh keto'ane gagal aku melu tes mau, ujian'e angel-angel"
Suara-suara senada juga banyak yang seperti itu. Salah satu temen Angki yang sekarang di Jakarta malem-malem sms :
"Wooi Angkry, wah2 aq liat dr blogmu jln2 terus neh, Asyik tenan rek..."
Angki bales dunk:
"Pengen jalan-jalan terus?? Makanya jangan jadi karyawan" Secara, temen Angki ini sekarang bekerja sebagai karyawan otomotif dari Jepun di Jakarta sono. Menjadi KARYAWAN atau bahasa gaul bin kerennya adalah EMPLOYEE tidak bisa lepas dengan namanya RUTINITAS...!!!! Bangun pagi ke kantor, kejebak macet, ketemu orang yang sama, menyelesaikan pekerjaan yang sama teruusss menerus tanpa ada perbedaan selama BERTAHUN-TAHUN...!!!!
Angki jujur adalah orang yang amat sangat MALAS, makanya jadi penulis kayak gini, g' ada deadline harus nulis apa, dimana, bagaimana, siapa. Secara Angki kan WTS (Wartawan Tanpa Surat kabar). Angki lebih prefer tentang sesuatu yang lagi in biar kita tidak out. Target yang harus Angki capai adalah target Angki sendiri. Kalo kita jadi employee, kita dijebak oleh target-target perusahaan dan kita harus melaksanakan itu karena kontrak kerja kan?? Itulah kenapa Angki lebih seneng ikutan join di usaha temen-temen dalam menjadi entrepreneur. Dengan modal kecil dan semangat kebersamaan, serta jiwa untuk menjadi raja atas diri sendiri mendorong Angki ikutan jadi entepreneur. Tapi Angki kurang sreg kalo ikutan MLM dsb. Alasan utama Angki enggan jadi karyawan , ortu Angki kasih contoh buruk dalam membesarkan anak-anaknya. Minta duit bensin aja harus berkelahi, minta uang saku buat sekolah aja susah!! Secara PNS gitooo, Oemar Bakri lagi..!! arrgghjhhhhh
Sebesar-besarnya gaji sebuah karayawan di perusahaan, kantor atawa pabrik, tapi teuteup itu hanya 10% dari hidup-kehidupan. 90% adalah trade, jual beli. Jadi karyawan omzetnya bulanan, jadi pedagang harian Jack bahkan jam-jaman lohh. Lalu jadi karyawan kan g' bisa langsung kerja, kitamasih ikut yang namanya training, itu artinya juga sekolah. Percuma dunk bayar jutaan tiap semester, baca buku elektronika, OL cari referensi buat tugas di kampus??? Kalo masih Sekolah lagi. Bener kata Pak Nasir dan Pak Anang,
"Kenali diri kalian sendiri terlebih dahulu, tentukan mau apa kalian, LAKUKAN!!!!"
Angki ya Angki Pak,
mmmmm mau punya Harley custom, pengen punya Suzuki Swift, rumah dengan taman. Berarti beli itu semua dunk Pak??
Enggak tolol..!!! Maksud Pak Anang dan Pak Nasir itu, sudahkah kalian mengenal diri kalian sendiri?? Kalian itu orangnya bagaimana?? Keahlian apa yang kalian punya??? Beda Pak Anang dengan Pak Nasir itu tentang pemilihan setelah lulus. Pak Nasir amat sangat menghormati anak yang memiliki mental entepreneur seperti Angki ini (ehem), kalo Pak Anang kasih opsi yang bijak yaitu, jika kita hendak menjadi karyawan sebuah perusahaan kita harus fokus di satu bidang elektro saja, misal kita mo ambil Kualitas Daya, ya harus dalami itu, Teknik Tegangan Tinggi, ya belajar dan jadi ahlinya, dsb dsb. Kalo mo buka usaha, ya kita harus tahu, kita bisa APA?? pengen buka reparasi TV?, tapi g' iso nyoder, yo wis wassalam, pengen buka gulung dinamo? tapi g' ngerti cara itung-itungan kawat tembaga? Yo wis dadio kiper wae Mass
EMPLOYEE
itu KARAYAWAN
itu PEMBANTU
itu BABU
Subscribe to:
Post Comments (Atom)















3 comments:
kampus memang seharusnya menciptakan lulusan yang bermental entrepeneur. tapi...
*menghela napas*
be enterpreneur..
employee itu bukan babu kok ki...
tapi ya tetep pekerja yang kerja buat orang lain...
abis gue mikirnya babu itu tukang sapu2, hihi...
hooh bener, jadi pengusaha ajah...
takdoain...
aku juga ah...
Post a Comment